Header Ads

SEJARAH

Wadah bagi para pegiat kemanusiaan dari lintas komunitas dan lembaga dengan berbagai latar belakang untuk menyelesaikan permasalahan sosial masyarakat.

Mengapa Kami Ada?

Kemiskinan, kedukaan, dan kesulitan para dhuafa selalu menjadi hal yang meresahkan pikiran Ahmad Zaki (32), yang sudah lama berkutat di bidang kemanusiaan sejak belasan tahun lalu.
Pria yang akrab dipanggil Bang Zaki ini tidak pernah kehabisan semangat untuk terus bergerak dan turun secara langsung membantu meringankan kesulitan para mustahik yang membutuhkan.

Lalu Apa yang Kami Lakukan?

Hal itu pula yang membuatnya melangkahkan kakinya dengan ringan saat akhir September 2016, ketika Garut, Jawa Barat, dilanda musibah banjir bandang. Lima hari Ia habiskan di Garut bersama para relawan lain untuk membantu para korban. Sepulangnya Ia dari Garut di hari ke enam, Ia pun masih berkoordinasi dengan relawan lain untuk membantu proses rehabilitasi dan pemulihan pasca bencana. Belum lepas segala penat yang menggantung usai kepulangannya, telepon genggamnya kembali berdering membawa kabar tentang seorang anak yang mengidap tumor wajah dan butuh penanganan segera. Begitulah keseharian Ahmad Zaki, salah satu pendiri komunitas Punk Muslim. Sebuah komunitas yang bergerak di bidang pendampingan anak-anak jalanan menuju jalan yang lebih baik.

Keresahan Bang Zaki belum juga hilang. Jelas saja. Belum selesai Ia menangani si anak dengan tumor di wajah, telepon genggamnya sudah kembali memberi kabar-kabar tentang mustahik lainnya. Pikirannya kembali terusik dengan keterbatasan yang Ia miliki. Dalam hatinya Ia berangan tentang sebuah gerakan kemanusiaan yang di dalamnya terdapat manusia-manusia berhati baik yang memiliki keresahan yang sama dengan dirinya tentang kesulitan para mustahik. 

Di awal Ramadhan 2016 lalu, Bang Zaki bersama beberapa kawannya membentuk sebuah komunitas kecil bernama GerakBareng Community yang diharapkan dapat menangani proses pemulihan pasca kebakaran di Simprug, Jakarta Selatan. Sejak itu, terlintas di pikirannya untuk memperluas cakupan komunitas baru besutannya tersebut. Ia membuat sebuah tulisan di akun media sosial pribadinya untuk mengajak orang-orang di dalam daftar pertemanan yang Ia miliki untuk bergabung bersama dirinya, dan beberapa kawan yang sudah tergabung untuk menebar manfaat pada sesama melalui GerakBareng Community. Tak butuh waktu lama sejak tulisan ajakan dipublikasikan, tergabunglah 140 orang yang mengungkapkan minat untuk bergabung.

Guna mengakomodir ke-140 orang tersebut, Ia membentuk sebuah grup yang berbasis perangkat bergerak untuk memudahkan komunikasi sesama anggota komunitas. Selain grup besar, GerakBareng Community masih terbagi menjadi tim- tim kecil untuk mengeksekusi kasus-kasus yang ditangani, agar lebih fokus.

Bang Zaki sengaja memilih jalur independen -seperti komunitas- agar keberadaan GerakBareng Community bukan menjadi pesaing bagi yayasan dan lembaga kemanusiaan yang sudah ada. Namun, kehadirannya justru diharapkan dapat membuat pola sinergi dengan mereka untuk menebar manfaat yang lebih besar dengan cakupan yang lebih luas.

"Ingat, yang terpenting bukan apa yang kita dapatkan. Kita lakukan ini dengan ikhlas, dengan sukarela," hal inilah yang berkali-kali ditekankan olehnya pada setiap relawan yang tergabung di GerakBareng Community. Ia pun tak mengkhawatirkan dana operasional dan donasi untuk mustahik. Prinsipnya tegas. Menyatakan bahwa Allah Yang Maha Kaya lah yang akan memberikan jalan keluar. "Yang penting kita bergerak!," ujarnya pada Tim Hidayatullah akhir Desember lalu.

Pengusaha kolang-kaling ini juga percaya bahwa donatur akan memberikan kepercayaannya sejalan dengan yang kita kerjakan. Terlebih lagi GerakBareng Community memberikan pendampingan hingga tuntas bukan hanya sekedar bantuan dana yang bersifat karitatif yang tidak menyelesaikan masalah hingga ke akarnya. Keragaman profesi dan keahlian relawan yang tergabung di dalam GerakBareng Community pun diakuinya sebagai sebuah aset yang sangat berpengaruh pada keseluruhan sistem gerakan tersebut. 

"Bayangkan saja ramainya, kalau mulai guru, psikolog, wirausahawan, mahasiswa, pekerja, karyawan, hingga ibu-ibu rumah tangga sudah bergabung dalam sebuah diskusi. Hahaha," ujarnya sambil tertawa. Ia menambahkan, bahwa setiap relawan sudah memiliki personal branding yang baik dalam lingkaran pertemanannya, maka tak perlu khawatir tentang bendera yayasan, donatur sudah percaya dengan para relawan yang tergabung.

"Sejauh ini, GerakBareng Community telah mendampingi beberapa kasus mustahik. Mulai dari melunasi biaya kontrakan janda miskin, bantuan modal usaha dhuafa, dan pendampingan pengobatan anak-anak dengan penyakit berat seperti kanker dan tumor.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.